Sabtu, 05 Mei 2012

untuk batas rindu














sebegitu rupa,
memaknai rindu
dan mengartikan artinya
menjadi
...
cinta yang sederhana

itu saja

Jumat, 04 Mei 2012

masih sepertiga rasa dalam ke samaranku



aku mencintaimu,
dalam sepertiga malamku
dalam sepertiga rinduku
dalam sepertiga nafas

aku membutuhkanmu,
dalam sepertiga langkahku
dalam sepertiga jejakku
dalam sepertiga tautanku

hanya 
sepertiga yang tersamarkan
yang mampu melihat kesungguhan
sebenarnya rasa ...ku

sempurna


memberikan potongan bait dari senandung sempurna ini,
biarkan menjadi ruang berdiam diri

****

janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa


Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku kau begitu 
Sempurna, sempurna


Kau genggam tanganku
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata
Dan hapus semua sesalku

****

indahkanlah kisah setia dalam menjaga kasih cinta
semoga tulusa dan jujurnya hati tersampaikan
pada kepingan belahan jiwa yang sebenarnya

seolah nyata




tidurku lelap semalam
laksana sang bayu
membuai ku dan
menutupi ku dengan balut
selimut menghangati raga

lelap..
sampai tak terdengar suara

semalam seperti aku 
engkau tepat di depanku,
mengangkat kedua bahu
yang terbungkuk terdiam

dengan jemari itu
kau menghapus nya
luka itu hilang seketika

terasa ini nyata
apa ini benar-benar nya
seolah menatap takdir di depanmata

aku percaya takdir
menggiringmu masuk kedalam hidupku
namun kali ini
mencintaimu dalam diam indah bagiku
sebelum takdir menjemput
untuk tersenyum padaku

Kamis, 03 Mei 2012

anugerah memilik


merenggut asa
dari sela ilalang
yang tergulung riak gelombang

terpasang di sudut 
sepertiga dari nurani
penghargaan dari
separuh nafas
yang terhirup

anugerah
memiliki

KAU yang tau



kepada mata aku menatap,
meresap relung jiwa 

kepada tangan aku meminta
genggaman tangan saat terluka

kepada kaki aku tak jengah
iringi setiap derap langkah

KAU yang tau
apa ingin pada setiap organku
KAU penciptanya, 
tak ayal KAU yang akan mengambil semua

berikan indah dan keindahan
yang tercipta
beri yang bahagian dan kebahagian
yang ada
berikan kesan manis dan romantis
dari semua yang harmonis

sebelum semua melebur
menjadi renungan
sebelum terlambat sampai
aku tak mampu untuk menghirup
nafas indah yang kau ciptakan 
lagi....

saat dusta, dipenghujung waktu



kala matahari berhenti di layar senja,
lukisan seluit tubuh pun tak ada
semua tampak buram,
seperti buta sorot mata menghujam

mengaliri nuansa jiwa
dengan desir rayu yang menggoda
patah sesaat jiwa keras
yang tak akan pernah reda

ucapannya,adalah bisikan kedustaan
yang sulit untuk dihindarkan
untuk pergi, atau enyah
dari yang telah terjadi..
tak mungkin...tak akan mungkin 

saat dusta, dipenghujung waktu

Selasa, 01 Mei 2012

jika Dia menghentikan berkarya


Tak ada yang berubah
yang berupaya merubah
Dia menuliskan pada secarik
garis surga dan neraka

saat mata terpejam
bukan hanya sesaat
dan terdiam selamanya
sejumput amal diambilNya
seikat wangi kamboja
melambangkan
semerbak menyebar keharuman

aku dan kau tak bisa lari
bahkan bersembunyi
menanti
selembar kain putih
menggulung dan menutupi
lucut raga luruh

hari itu kau lupa mewahnya
kau melupakan indahnya
hingga betapa kecil dan kerdilnya
semua dimataNya

pasrahkan apa yang di dapat
yang diminta
tak cukup hanya mengingkan restu dariNYa
dari apa yang terputuskan dan diputuskan


saat hujan



Malam ini bulan tak mampu bersinar
karen hujan telah menyamarkan
malam ini bulan bersembunyi di balik awan hitam
dan gulungan hujan

dibawah pancuran
menatap gemercik air
yang jatuh diantara bebatuan 
menggoyangkan pucuk2 daun
menciumi arom hujan
sendirian

aku ingat saat hujan datang
membawa berjuta harapan 
membidikkan panah2 kerinduan
pada jiwa yang terjelang

aku menanti bersama hujan
menanti sis gerimis
menanti bias pelangi 
yang datang menyambang

(cerita malam saat hujan akhir bulan)

sepertiga..ku







kepadamu,
sebuah pilihanku terjatuh

kepadamu,
sepertiga rindu itu luruh

kepadamu,
sematan cincin itu terpasang

kepadamu,
sandaran kepala pada bahu kokohmu

kepadamu,
menatap bergulungnya senja
menikmati hari...
me renta bersamamu

"gema tautan pada sepertiga ku...."

Senin, 30 April 2012

semalam akhir april....tentang tidur nyenyakku


semalam aku tak terjaga
angin malam membuaiku

semalam aku tak bicara
desir air hujan menina bobokkanku

semalam aku menikmati
lelapku diantara hangatnya tubuh kekasihku

semalam...
lelap, dan pejaman mata
diam, menikmati alurnya mimpi
dan terangnya lunar menyinari dari
celah-celah genteng kaca

dan semalam nyenyaklah aku...
dan tak terjaga seperti biasa,
hilang imsonia...
semoga untuk selamanya




mungkin kubagi untukmu...
penanda bahwa ada yang nyata 
dan tak maya adanya

mungkin kiramu palsu
dan bual belaka
tak sekedar bahwa ada 
kesungguhan didalamnya

somethink




adalah gemersik sunyi,
berhembus di sela pori-pori dedaunan
bersenandung di desau angin malam
berkata pada jiwa yang tak lagi terdiam

adalah sebuah cacatan panjang
lukisan dari cerita berjenjang
nikmati lantun indahnya sajak
menunggui setia ingatan yang berdetak

menemuinya...
adalah sebuah ruang semu, ruang fana
temui paras maya dalam melodia kata-kata
meretas kisah pada jantung jiwa

menyekatnya...
menatap nanar mata
sebuah keinginan dan kejujuran
berujung pada satu pengharapan
pada muara hasrat ringkih pada batin tersesat
kusut pada banyangan nyata 
dalam belantara maya

jika...
percaya aliran suci merambat lembut
isi relung hati
biar kutampung lembut sebentuk kata sayang
pada sebentuk pengharapan
rasa yang abstrak, 
tapi itulah kepingan kehidupan yang 
sejalur dengan raga