Kamis, 06 Februari 2014

Lalu aku tersenyum, membacamu

Ketika kau mengatakan
"Aku perapian kecil dari seluruh ketakutan sepi"
Mungkin aku akan menjadi tungku kekosongan digenggamanmu
seperti sepercik jenuh yang berkilas pada satu harapan
sebuah asa kecil, yang menjadi mimpimu

Ketika kau menulis
"Aku puisi, aku segala kabar dari kepergian yang tak terungkap
aku lelehan senyap dilorong matamu
aku patah yang tak berbaca"
Mungkin aku akan akan menjadi sapaan rahasia
seperti ribuan serangga yang menyapa malam
membawamu terbang melintasi batas lamunmu
atau aku akan menemanimu seteguh bulan
yang bertengger seanggun cinta

Dan ketika kau menjadi puisi yang tak pernah ada
Mungkin kuibaratkan engkau menjadi sebutir hening
diranting kesunyian
seperti setipis rindu yang tersemat
dalam tiap gores puisimu

Dan kau tau,
Sepihak dengan puisimu
Aku mengatakan padamu pria yang terpaku menatap kalut
Bahwa jadilah genang pada usai waktu
Pada tulus dan pada tiap patahan cinta

Lalu aku tersenyum, membacamu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar