Sabtu, 23 Maret 2013

GUGUR HATI

Ada lagu tanpa irama yang kuselipkan, lirih menepih
ada bintang tanpa cahaya yang selalu berkedip meski tak terlihat semesta

Seperti merpati yang kusangkarkan
dia mengepak lelah menua di peraduan
letih, mengamati sendiri bulir-bulir kecil jatuh
dari mega yang membawa kekasihnya

Masih kuingat suaranya
menggema, menciutkan rona yang meraut di wajahku
sungguh... aku mengingatnya

aku mencintainya seperti malam yang mendamba surga
aku mencintainya seperti kuncup kamboja yang tetap harum meski masa layu tiba
aku mencintainya seperti dedaunan yang ikhlas menerima terpaan hujan
aku mencintainya seperti apa yang ada di dia

namun,
kau mengetuk genting dengan gerimis, hingga bercelah dan terbelah
dia menorehkan prasasti bisu, untuk mengutippun rasaku tak mampu

Dengar diamku, sedari malam aku memuja tanpa kata,
dari bingkai cerita aku bersuara,
ini serpihan teguh yang harus berlabuh
tanpamu,
dan dia merenggutmu

maafkan aku, maafkan aku wahai kekasihku

biarkan kukayuh bidukku ketepian, merelakan layarku mengikuti arah angin
dan membiarkan merpati menghilang, mengucap pamit tanpa suara
menembus langit, memuja langit tanpa berbilang

aku tak penah mengangapmu pergi, hanya gugur hati

maaf, maafkan aku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar