Sabtu, 23 Maret 2013

Kembalilah

samar, sebuah lambang kebaikan kau tebarkan dalam hening
tak mengerti namun kubiarkan untuk sekedar memahami

ingin berhenti pada alur ini
ingin berlayar pada gelombang yang menderas

dalam labirin yang bernama takdir
kita tersesat

yang selalu mencari makna arti bahagia
mencari hidup yang semakin mengering

tak ada yang berhak selain Dia
juga memusnahkan sisa-sisa kelam
mencoba untuk kembali
pada kekuatan yang pejam

di satu musim kembali berjanji
tak akan berganti malam sebelum menjelma mimpi
ku balut rembulan dengan senyum mengembang

malam...
aku berayun
dalam alunan gerimis
aku tetegun

kembalilah
ikhlaskan tangisku pecah
bawakan aku kembang ilalang
untuk penghias halaman
nanti saat subuh datang
dan embun bertandang

itu saksi abadi
untuk mengingatmu
bahwa masa pedih itu telah hilang...
selamanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar