Rabu, 04 April 2012

temani aku...

mau...
temani aku disini,
memandang simpul dari sebuah senyum 
muncul dari langit
tanpa pesan
tanpa kesan yang dalam
buram...

mau...
duduk disini
dekatkan, rapatkan tubuh
temani membaca rindu
yang tercipta dari gigil rasa
di tepian sejatinya malam
tanpa secangkir teh 
penghangatnya

jangan jemu
saat terjaga bersamaku..
biarkan lenyap melumat mimpi
yang dihadirkan pada bayang palsu
yang tak semestinya hadir
pada ujung bibir

masihlah di sini, 
jangan pergi...
biarkan hening bersemayam di kening
merapalkan mantra dengan kata-kata
kerinduan yang gamang 
pada ucap selamat tinggal
atau juga sebuah sesal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar