Selasa, 22 Mei 2012

keputusan mu....sahabat ku

telah kudengar beberapa sajak tentang perpisahan
perih dan penuh derai air mata
yang tertembus ruang batin kerinduan

kita sama-sama tau
pasti melati itu akan layu
jatuh dan membatu
hingga gerimis membawa jasadnya berlalu

di binar embun tak terlihat kilaunya
sejuknya isyaratkan luka
hingga tak sanggup kita bagi
sampai saat disini aku masih berdiri

tersungkur jatuh ku berkali-kali
begitupula masih kau sembuhkan luka ini
berkali-kali bahumu basah oleh peluhku
begitupun kau masih menyimpan air mataku

samsara warna senja menepi
menggulung layar dalam alunan cerita
aku tak mati sampai disini
dan aku masih punya harapan dan mimpi














dan...

pagi ini alunan kecil denting hari
sembunyikan pilu hati
bisikan perpisahan telah hadir untuk kita
sedikit desir takut akan tiadamu
desak  jantung berpacu kencang
menahan kalimat yang tak tertahan

ku nanti anggukmu,
setuju dalam perpisahan ini
karna aku yang memintamu.

"kau sudah pergi?"

"....hening..."


** mengenaimu, keputusan sahabat ku Dewi, maaf jika kuukir disini....maaf**

Tidak ada komentar:

Posting Komentar