Jumat, 07 Desember 2012

Saat Umurku Berkurang Satu Hari



Tuhan...

Telah kau saksikan tetesan air menjadi gumpalan darah,
ada detak bernyawa

Kau menyaksikan tangan mungil menjadi jemari menggenggam kehidupan
percakapan riang menjadi untai do'a pendewasaan

Kau tau bagaimana aku tumbuh,
bertahan,
memutuskan dan bersabar
Engkau menerima lebih dan kurangku

Hari ini aku pinta sejenak pada langit

Bahwa isyaratMU kupertanggungjawabkan
Untuk bahagiaku dan semua keluargaku
Juga mereka yang mempunyai cinta kasih

Tuhan..
Izinkanlah atas apa yang kupanjatkan
Dan menyelesaikan semua takdir kehendak-MU yang menjadikan catatan sebagai ujian terpanjang.

Saat umurku berkurang satu hari.

21 komentar:

  1. Balasan
    1. terima kasih timor...xixixixi :P

      Hapus
  2. Goresan ungkapan hati yg bagus. Selamat ulang tahun Bunda...

    BalasHapus
  3. Walaupun telat tetapi tetap Selamat Milad Kak MahaDIBA.
    Kak, ada tutorial agar untaian kata kita mengalir dengan deras, tata bahasa dan penyampaian yang bagus seperti puisi-puisi Kakak?
    mohon pencerahan.
    terima kasih.

    BalasHapus
  4. Puisinya sangat menyentuh banget...

    BalasHapus
  5. Sedih juga kalau ngomongin umur, makin hari makin berkurang.

    BalasHapus
  6. Puisi yang mengandung makna yang sangat dalam.

    BalasHapus
  7. Semoga dengan bertambahnya usia makin menjadikan kita lebih dewasa dalam menjalani hidup.

    BalasHapus
  8. Ehm, begitu ya? Informatif banget. Aku numpang promosi juga deh sambil baca beritanya.
    Poker Online, Game Facebook, Judi Online, Nagapoker
    Terima kasih.

    BalasHapus