Minggu, 24 Juni 2012

Pinta II


Tuhan ...

Malam ini kau kirimkan rinai, 
derai lembutnya cukup mengingatkan satu nama,
pada perih yang berbatas ruang dan waktu.

Tuhan ...
Engkau Maha Tau, bagaimana tentang rasaku
Mengapa dalam tidurku kau hadirkan rindu
yang setiap kerap kuemban di sisi bahu

Tuhan ...
Izinmu, kau tumbuhkan keajaiban kecil itu,
Meski ku tau nanti akan ada akhir saat menunggu.



**
Setelah pinta itu, kuhitung kembali langkah kaki saat menyentuh embun. Sejuk menjalar sekujur raga, saat sentuh lembut di ujung rerumputan menyawa.
Senyum kupaparkan kembali, menanti pelangi. 

Betapa aku bahagia, masih menemukanmu di sana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar